Puisi. Ungkapan sederhana yang bisa saya ungkapkan dibandingkan seni apapun. Puisi itu sederhana, sesederhana rasa yang sedang kita rasa. Puisi mampu membaca setiap seluk kata yang tersimpan dan mencitra eksistensi emosi.
Ini puisi saya ketika SMA, entah kenapa masa SMA = masa gudang puisi tercurahkan era saya.
Malam tanpa Angan
Tak seperti malam sebelumnya
Aku terkulai lemah
Sang malam membiarkan aku dan bayangku terdiam di sudut ruang
Dan benar
Aku hanya terdiam menanti
Tak enggan aku tatap langit malam
Berharap akan ada bintang yang beri terang
Namun tak lagi ada harap
Bintang seolah menutup mata akan pintaku
Mataku mencoba meraih sudut lain
Berharap setidaknya jangkrik bersedia temani
Keberuntungan tak berpihak
Jangkrik memilih berselimut dedaunan
Mencoba mencari kehangatan di tengah dingin membunuh
Mataku beralih pada jalan setapak
Sepi penuh lirih tanpa berharap ada yang menapak
Tanpa maksud merayu
Kucoba berharap tuk membunuh dingin bersama
Namun harap tak lagi merajut
Jalan setapak berdiam dan berkutat pada dentingan lampu malam
Tak seperti malam sebelumnya
Aku terkulai lemah
Sang malam membiarkan aku dan bayangku terdiam di sudut ruang
Dan benar
Aku hanya terdiam menanti
Tak enggan aku tatap langit malam
Berharap akan ada bintang yang beri terang
Namun tak lagi ada harap
Bintang seolah menutup mata akan pintaku
Mataku mencoba meraih sudut lain
Berharap setidaknya jangkrik bersedia temani
Keberuntungan tak berpihak
Jangkrik memilih berselimut dedaunan
Mencoba mencari kehangatan di tengah dingin membunuh
Mataku beralih pada jalan setapak
Sepi penuh lirih tanpa berharap ada yang menapak
Tanpa maksud merayu
Kucoba berharap tuk membunuh dingin bersama
Namun harap tak lagi merajut
Jalan setapak berdiam dan berkutat pada dentingan lampu malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar